Minggu, 15 Agustus 2021

JTSXL 02 - Kisah Oma Pelafal Amituofo

 

  

Kutipan “Jing Tu Sheng Xian Lu” (Kisah Para Praktisi yang terlahir di Alam Sukhavati)

Dinasti Yuan, Kisah Oma Pelafal Amituofo

 

Pada era Kaisar Yuan Wen-zong (1304-1332), hiduplah seorang nenek yang melafal Amituofo, tidak diketahui nama dan marganya. Pada tahun 1330, di wilayah utara Provinsi Zhejiang di sebelah barat Sungai Qiantang, selama beberapa tahun berturut-turut mengalami bencana kelaparan. Di kota Hangzhou, jasad korban akibat kelaparan saling bertumpuk satu sama lainnya. Oleh karena itu, pihak pemerintah menginstruksikan kepala daerah setempat untuk menyuruh orang memindahkan jasad-jasad tersebut ke sebuah lubang besar yang ada di gunung belakang Pagoda Liu He.

 

Ada seorang nenek tua yang jasadnya belum membusuk meskipun sudah melewati lebih dari 20 hari. Meskipun setiap hari mereka menumpuk jasad di sana, tetapi jasad nenek tersebut setiap hari tetap berada di paling atas dari tumpukan jasad. Semua orang merasa sangat aneh, jadi mereka pun memeriksa jenazah nenek tersebut. Di dalam pakaiannya ada sebuah kantong kecil, yang tersimpan tiga lembar gambar bulatan melafal Amituofo. (Zaman dulu dan sekarang juga masih ada, kertas nienfo, misalnya nienfo 108 kali Amituofo, maka akan menghitamkan/menandai bulatan nienfo di kertas).

 

Hal ini diketahui oleh pihak pemerintah, kemudian mereka membeli keranda dan memasukkan jenazahnya ke dalam keranda, lalu mengkremasikannya. Saat proses perabuan berlangsung, dari gumpalan asap muncul rupang Buddha dan Bodhisattva, bercahaya cemerlang dan agung. Pada saat itu orang-orang yang menyaksikan peristiwa tersebut, kemudian beralih menjadi praktisi pelafal Amituofo, jumlahnya banyak sekali.

 

《淨土聖賢錄》

元朝 念佛婆

 

念佛婆。不清楚她的姓氏。元文宗至順元年(西元一三三〇年),浙西(錢塘江以西的浙江省北部地區)連續好幾年鬧飢荒,杭州城中,餓死的屍體相互堆壓,因此官府命令坊正(管理街坊的地方官員,約為里長)請人抬走屍體,丟棄到六和塔後山的大坑中。

 

有一位老太婆,經過二十幾天遺體仍不腐爛,雖然每天都在收拾屍體,但是老太婆的遺體,每日都會位居於眾屍體之上。大家都覺得很奇怪,於是就搜查她的身體,衣中藏有小袋子,貯放三張念阿彌陀佛的念佛圖。此事為官府所知,於是為她買棺材入殮,然後火化,火化時其煙燄中,出現佛菩薩的聖像,光明盛大。當時因此而發心念佛的人,極為眾多。 (山庵雜錄)

 

 

Sabtu, 24 Juli 2021

JTSXL 01 - Kisah Jin Rongxuan

 

 

Kutipan “Jing Tu Sheng Xian Lu” (Kisah Para Praktisi yang terlahir di Alam Sukhavati)

Periode Tiongkok Nasionalis (1912-1949), Jin Rongxuan

 

Jin Rongxuan, berasal dari Lu Jiang, Provinsi Anhui. Karena mengalami kerugian akibat bisnis, hatinya merasa gagal dan sedih, menyebabkan dia mengalami penyakit depresi. Meskipun pikirannya terganggu, tetapi dia paling suka pergi ke vihara membakar dupa dan bernamaskara pada Buddha, sikapnya sangatlah hormat. Kemudian, ada seorang sahabat Dharma yang bernama Wang Jinfan, mengetahui bahwa kondisinya adalah buah akibat dari karma buruknya yang dilakukan pada masa kehidupan lampau, lalu mengajarinya Pintu Dharma Pelafalan Amituofo, menuntunnya melafal Amituofo dan bertobat atas rintangan karma-nya, bertekad terlahir di Tanah Suci Sukhavati. Usai mendengarnya, Jin Rongxuan amat bersukacita, kemudian bervegetarian dan melafal Amituofo.

 

Setiap pagi setelah selesai membersihkan diri, Jin Rongxuan beranjali menghadap ke arah barat, melafal Amituofo dengan suara nyaring, dan memanfaatkan sisa waktunya untuk selalu mengulang lafalan Amituofo. Dalam keseharian ketika ada orang yang bertanya padanya untuk apa melafal Amituofo? Dia malah balik bertanya mengapa tidak melafal Amituofo? Setiap kali melihat anak-anak, dia akan mengajari mereka melafal Amituofo. Orang-orang di pasar kebanyakan masih menertawakannya kambuh penyakit stress-nya. Dan Jin Rongxuan juga menertawakan orang-orang tersebut berpenyakit stress.

 

Pada tahun 1932, musim gugur, Jin Rongxuan terbaring sakit tak berdaya bangkit dari tempat tidur, hanya meminum air putih untuk melewati hari, tetapi masih tidak berhenti melafal Amituofo. Sampai pada musim dingin, suatu hari dia tiba-tiba berkata: “Saya akan segera berangkat pulang ke kampung halaman.” Keluarga mengira penyakitnya kambuh dan sembarangan berbicara lagi. Upasaka Xu Ziyao berkata: “Orang yang kembali ke akar, kembali ke tempat asal, artinya kembali ke kampung halamannya, mungkin dia ingin mengambil Visudhi Trisarana atau berlindung pada Buddha Dharma Sangha, dan terlahir ke Tanah Suci Sukhavati.”

 

Setelah Jin Rongxuan mendengarnya, lalu berkata: “Benar!” Kemudian mengundang Master Ji Lin dan mengambil Visudhi Trisarana, yakni berlindung pada Buddha, Dharma dan Sangha, dengan nama Buddhis Jin Jie. Sebelum ini, nafasnya sudah sangat lemah, sampai pada saat ber-Trisarana, pikirannya tiba-tiba menjadi semangat, Master menyuruhnya untuk menyebut nama Buddhis-nya sendiri, dia pun dapat menjawabnya dengan suara nyaring. 

 

Setelah ber-Trisarana tiga hari kemudian, pada senja hari sekitar pukul 5-7 malam, dia tiba-tiba memberitahukan istrinya: “Saya segera pergi! Kalian cepatlah melafal Amituofo.” Seluruh anggota keluarganya serentak melafalkan Amituofo. Jin Rongxuan juga beranjali dan duduk rapi, menghadap ke arah Barat, meninggal dengan tenang, terlahir ke Alam Sukhavati, pada usia 41 tahun. Hari berikutnya dimasukkan ke peti mati, wajahnya tampak seperti semasih hidup. Karena ini, istrinya pun percaya dengan Ajaran Buddha dan bervegetarian. Setiap hari mengajak putra-putrinya melafal Amituofo, melimpahkan jasa untuk Jin Rongxuan. Warga setempat kebanyakan juga dikarenakan kejadian ini sehingga membangkitkan keyakinan pada Buddha Dharma.


《净土圣贤录》

民國金榮軒

 

金榮軒。安徽廬江人。因為經商虧損,心中感到挫折憂悶,於是導致發狂。雖然精神錯亂,但是最喜歡去寺廟焚香禮佛,態度非常恭敬。後來有信奉佛法的王今梵女士,知道他是為宿世業障所感招,於是教授他念佛法門,令其念佛懺悔業障,求生西方淨土,金榮軒聽聞之後很歡喜,隨即持長齋念佛。

 

每天早上起來,盥洗漱口完畢,便合掌面向西方,大聲稱念佛號,其餘時間均常常念佛。平時有人問他念佛做什麼?他反問人為何不念佛?每次見到孩童,皆教他們念佛。市集上的人,大多依舊嘲笑他發病,而金榮軒也同樣笑市人發瘋。

 

民國二十一年(西元一九三二年)秋天,臥病不起,僅僅喝白開水度日,但仍舊念佛不斷。到了冬季,某一天,忽然說:“我將行矣!急急歸根。”家人又以為是胡言亂語、病情復發。徐子瑤居士說:“歸根者,返本還源,是葉落歸根的意思,他恐怕是想要皈依三寶,往生西方淨土了。”

 

金榮軒聽到了說:“是!”於是請濟林法師,為他授三皈依,法名今潔。在此之前氣息已經很微弱,到了皈依之時,精神忽然振作,法師命令他自稱法名,均能大聲回答。皈依後經過三天,酉時(晚上五~七時),忽然告訴他的妻子說:“我去了!妳們趕快念佛。”全家於是同聲助念,金榮軒則合掌端坐,面向西方安詳而往生,時年四十一歲。隔天入殮,容貌色澤如生。其妻子因此而信佛吃素,每日率領子女念佛,為金榮軒迴向。地方的人士,大多也因此事而對佛法生起信心。(佛教特刊)

 

Selasa, 23 Juni 2020

Ceramah Master Chin Kung 2 Juni 2020



Ceramah Master Chin Kung 2 Juni 2020
Judul : Menghapus kejahatan menimbun kebajikan, mengubah bencana menjadi sejahtera
Bertempat di : Vihara Jile Si, Tainan

Bencana kali ini telah menelan banyak korban jiwa. Kejadian ini tak lain adalah untuk menyadarkan kita supaya mau bertobat, memperbaiki diri, mengurai bencana besar menjadi kecil.

Semoga praktisi sekalian membangkitkan Bodhicitta, bersama-sama giat melenyapkan kejahatan menimbun kebajikan. Segalanya berasal dari sebersit niat pikiran, bencana itu ada di hati manusia, asalkan hati atau niat pikiran itu diperbaiki, maka bencana akan berkurang, maka itu semua orang harus kembali ke jalan yang benar, setiap insani hendaknya tercerahkan.  

Petaka dan berkah diciptakan oleh diri sendiri, saya menciptakan karma baik maka berkah pun menyusul, demikian pula sebaliknya. Maka itu kita semuanya harus berusaha dengan giat, membangkitkan ketulusan hati, jangan menggunakan hati khayal (pura-pura), semoga negara aman sentosa, sejahtera, marilah kita giat berdaya upaya!



上淨下空老法師 | 餐後開示 2020/6/2 台南極樂寺 【斷惡修善 遇難成祥】

這一次的大難史無前例,死這麼多人。無非要我們警覺,希望我們能夠懺悔,希望我們悔過,化大災難成小災難。 希望大家發菩提心,共同努力斷惡修善。觀察要從微細處,要從起心動念處,希望大家努力。災難在人心,人心轉了,災難就少,所以人人要回頭、人人要覺悟。禍福自己造的,我斷惡修福,福就來了;我天天還在造業,這個不行。 所以希望大家努力,要真心,不要用妄心,國家太平、吉祥,共創大同世界。大家一定要努力!