Minggu, 03 Oktober 2021

JTSXL 05 - Kisah Praktisi Li

 

Kutipan “Jing Tu Sheng Xian Lu” (Kisah Para Praktisi yang terlahir di Alam Sukhavati)

Periode Tiongkok Nasionalis (1912-1949), Praktisi Li 

 

Wanita tua bermarga Li, ibunda dari Li Geng-xuan, penduduk Provinsi Shandong. Sifatnya pendiam, jarang bicara, tidak pernah memilih-milih makanan ataupun pakaian. Setelah berumur 30 tahun, ia mulai bervegetarian dan melafal Amituofo, semua urusan rumah tangga diserahkan kepada menantunya. Saat kerabat atau teman datang bertamu, selain dari berbicara dan menyapa, ia selalu melafal Amituofo. 

 

Kemudian, anak cucunya berturut-turut meninggal dunia dalam usia muda, Praktisi Li hanya tampak menyayangkannya, tidak merisaukan hal ini, tetap meneruskan memegang tasbih dan melafal Amituofo. Karena ini, banyak orang yang menertawai di belakangnya, bahkan ada yang langsung di hadapannya mengejeknya bodoh, ia juga tidak keberatan. Ada orang bertanya padanya, untuk apa melafal Amituofo? Praktisi Li berkata: “Hidup di dunia ini demikian sengsaranya, tidak ada yang patut didambakan, saya sudah muak dan menjauhi alam saha ini! Semoga saat ajalku tiba, dapat terlahir ke Tanah Suci Sukhavati di penjuru barat, terbebas dari penderitaan tumimbal lahir!”

 

Meskipun usianya telah melampaui 90 tahun, Praktisi Li masih seperti sedia kala, langkah kakinya ringan dan sehat. Suatu hari usai makan malam, seperti biasa ia melafal Amituofo dan bernamaskara, mendadak ia berkata pada cucu menantu-nya: “Malam ini ada urusan yang harus merepotkanmu, kamu jangan tidur dulu.” Cucu menantunya langsung menyetujuinya. Hingga larut malam ketika cucu menantu pergi menengoknya, Praktisi Li duduk bersila menghadap ke arah barat, meninggal dengan damai dan terlahir ke Alam Sukhavati. Saat itu tanggal 4 Agustus 1914, umur 96 tahun. 

 

Video :

https://youtu.be/0lyBZm_f-Es

 

《淨土聖賢錄》

民國李媼

李媼,山東禹城李更軒之母也。性恬靜,寡言笑,衣食精粗無所擇。三十歲後,長齋奉佛,家事悉委子婦。戚婭過從,聊談寒暄,輒念阿彌陀佛弗輟。子孫相繼夭,皆稍事惋惜,即不為所牽,依然掐珠念佛。因是,人多竊笑,竟有面嘲為痴媼者,亦不之嗔。或問念佛何為。媼曰,予深厭此娑婆,願臨終生西方,脫輪迴苦耳。年近期頤,步履猶昔。一日晚饗後,如常禮念,忽謂其孫婦曰,今夜將有事相煩,可遲睡。孫婦漫應之。比更深往視,已面西趺坐逝矣。時民國三年,八月四日,壽九十六。 (近代往生傳)

 

Minggu, 19 September 2021

JTSXL 04 - Kisah Penempa Besi Huang

 


Kutipan “Jing Tu Sheng Xian Lu” (Kisah Para Praktisi yang terlahir di Alam Sukhavati)

Kisah Penempa Besi Huang

Pada masa Dinasti Song, di Tanzhou (sekarang Kota Changsha, Provinsi Hunan) ada seorang penempa besi bernama Huang Sheng. Setiap kali menempa besi, dia akan melafal Amituofo berkesinambungan, hari demi hari, tahun demi tahun, tidak pernah berhenti. Pada suatu hari, Huang Sheng memanggil para tetangga ke rumahnya dan berkata, “Saya ada sebuah syair, ingin merepotkan saudara yang kenal huruf untuk mencatatnya. Ting ting tang tang, dilebur dengan lama akan menjadi baja, kedamaian abadi akan segera tiba, saya menuju ke arah barat Alam Sukhavati. Setelah saya pergi, yang menyebarluaskan syair ini, menyarankan orang-orang untuk melafal Amituofo dan terlahir ke Alam Sukhavati, akan memperoleh jasa kebajikan tak terhingga.”

Setelah selesai mengatakannya, ia langsung terlahir ke Alam Sukhavati.

 

Video :

https://youtu.be/hM5LFDmSOGg

 

 

《淨土聖賢錄》

宋朝黃生

黃生,潭州人,以鍛鐵為生。每打鐵時,口稱阿彌陀佛不絕。一日,口占一頌,令鄰人書之。曰,玎玎璫璫,久煉成鋼,太平將近,我往西方。且云,我去後,可將此頌流布,廣勸人念佛也,即化去。(佛祖統紀)